Generasi Muda Jabar Tanpa Rokok Dideklarasikan di Gedung Negara Pakuan

· Menu Bar Atas, Pemuda
Authors

OTISTA (GM) – Aliansi Sahabat Perempuan dan Anak (ASPA) yang terdiri atas berbagai elemen masyarakat di Jabar, seperti pelajar, LSM, dan ormas mendeklarasikan Gerakan Muda Jawa Barat Tanpa Tembakau di Gedung Negara Pakuan, Jln. Otista Bandung, Jumat (1/6). Deklarasi yang ditandai dengan penandatanganan dan penyematan pin antirokok tersebut dilakukan untuk menyelamatkan anak bangsa dari bahaya rokok.

Salah satu petikan deklarasi itu, “Kami Generasi Muda Sehat Jawa Barat tanpa rokok, memahami bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk hidup sehat dan mengetahui bahwa tembakau dalam bentuk apa pun merupakan bahan berbahaya”. Deklarasi dibacakan perwakilan generasi muda Jabar, yakni Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Neneng Athiyatul Fajiah.

Sebelum deklarasi digelar, kegiatan diawali dengan diskusi Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2012 yang menghadirkan sejumlah narasumber, seperti perwakilan Komnas Anak, Lisda Sundari dan Jaringam Nasional Pengendalian Tembakau, Sri Utari.

Menurut Ketua ASPA Jabar, Netty Prasetiyani Heryawan, ASPA merupakan rumah besar bagi siapa pun yang memiliki kepentingan dan mempunyai kebutuhan untuk memperjuangkan kebutuhan perempuan dan anak, salah satunya masalah rokok. “Kami sangat prihatin dengan data usia perokok. Saat ini potensi usia perokok di bawah umur semakin tinggi. Dulu, usia perokok mungkin 7 sampai 14 tahun, tapi sekarang anak-anak di bawah umur pun sudah ada yang merokok. Hal ini menjadi sebuah keprihatinan semua pihak,” ungkap Netty.

Berdasarkan data WHO, saat ini di dunia tercatat ada hampir 54 juta kematian per tahun akibat kecanduan rokok dan perokok pasif hampir 600.000 meninggal setiap tahun. Sisi lain, masalah rokok ini menimbulkan ironi. Dalam sebuah keluarga ada kasus gizi buruk tapi ternyata orangtuanya mampu membeli rokok. “Kami tidak dalam rangka memojokkan perokok, tapi ingin menggerakkan hati para perokok, untuk memahami bahwa di udara yang ia hirup ada hak orang lain juga, yang ingin menikmati udara bersih,” katanya. Netty menilai, merokok adalah hak pribadi seseorang. Namun yang mesti diingat, dalam kehidupan di bumi ini hak seseorang dibatasi hak orang lain. Seseorang boleh merokok, tapi ada hak orang lain. (B.96)

Sumber: Harian Galamedia – Sabtu, 02 Juni 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: