Heryawan Beri Penghargaan Anugerah Inovasi pada Warga Terpilih

· Menu Bar Atas
Authors

Bandung – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyerahkan penghargaan Anugerah Inovasi Jawa Barat (AIJB) 2011 kepada masyarakat yang terpilih dalam Sidang Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi Jawa Barat ke-66 di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Jumat (19/8/2011).

Penghargaan yang baru pertama kali diberikan ini diberikan pada masyarakat yang telah berkontribusi menyelesaikan permasalahan, melalui hasil karya inovatif, dan atau upaya luar biasa, yang nyata dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Jabar. Serta telah mengharumkan nama Provinsi Jabar baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga dengan diberikannya ‘Anugerah Inovasi Jawa Barat’ ini akan semakin memotivasi segenap elemen masyarakat untuk berlomba-lomba menunjukkan prestasi, kreasi dan inovasi dalam memberikan sumbangsih untuk menyelesaikan berbagai permasalahan pembangunan dan mewujudkan kehidupan masyarakat Jabar yang lebih baik lagi,” ujar Heryawan.

Ini dia orang-orang yang mendapatkan Anugerah Inovasi Award Jabar 2011

1. Rahman Rasidin (Bidang Pendidikan), meningkatkan kualitas pendidikan dengan karyanya berupa pembelajaran matematika dengan tata cara perhitungan jari yang unik dan efektif untuk siswa Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Dasar, yang disertai penanaman semangat serta penguasaan bahasa Jepang

2. Sugondo (Bidang Kesehatan), menciptakan alat pijat sebagai alternatif sarana peningkatan kesehatan tubuh bagi masyarakat yang menderita penyakit degeneratif non infeksi yang dilengkapi teknik fisioterapi dan pijat refleksi.

3. H Rudi Priyadi (Bidang Pangan), meningkatkan produksi pangan melalui kreasi teknologi M-Bio berupa pupuk hayati yang ramah lingkungan.

4. Ade Irawan dan Dedi Junaedi (Bidang Energi), mempromosikan teknologi hijau dengan menciptakan kompor berbahan bakar briket sampah daun dengan hasil buangan berupa abu yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik.

5. Dadan Sutisna (Bidang Seni, Budaya dan Pariwisata), membuat piranti lunak untuk digitalisasi aksara Sunda Kuno (aksara Kaganga) lengkap dengan Unicode dan berbagai modul menarik seperti penerjemah dari bahasa Sunda ke bahasa Indonesia dan sebaliknya, penghasil teka-teki silang.

6. Asep W. Kusumah (Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup), mempromosikan teknologi ramah lingkungan dengan mendaur ulang sampah kantong plastik yang diubah menjadi barang-barang kebutuhan hidup sehari-hari yang cantik dan menarik serta menyebarluaskan ilmunya dalam rangka pemberdayaan masyarakat di wilayah Jawa Barat.

Sedangkan untuk kategori kelompok adalah:
1. Tuna Daksa Biru Mandiri: mengembangkan teknologi pembuatan kaki palsu berbiaya rendah, yang lentur sehingga dapat digunakan untuk beraktivitas dengan nyaman, bahkan untuk naik sepeda dan sholat.

2. KTT Jaya Alam Lestari Cisondari, kelompok petani agribisnis sayuran organik yang memberdayakan masyarakat dengan pengelolaan pertanian sayuran organik komprehensif mulai dari hulu ke hilir sehingga berhasil menurunkan tingkat pengangguran di Cisondari.

3. Bale Pare Karawang, kelompok tani yang memberdayakan anggotanya dalam memroduksi padi organik varietas lokal dan mengoleksi serta memelihara 24 jenis varietas padi lokal.

4. CV Mahanagari Nusantara, menggiatkan kampanye untuk meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya Jawa Barat melalui media-media kreatif dan merintis bisnis pakaian jadi dengan desain unik bermuatan pesan filosofis khas budaya Indonesia.

5. Dinas Pekerjaan Umum Kota Cimahi, menerapkan rencana strategis komprehensif penataan kota sehingga berhasil mengurangi kekumuhan lingkungan melalui berbagai program seperti penataan sempadan sungai dengan membangun promenade (pedestrian walk) di sepanjang bantaran sungai Cimahi, percontohan pemanfaatan buangan industri tahu untuk penghasil gas bio, pendirian PLTA (mikro dan piko hidro), pembebasan tanah untuk embung (kolam penampung air) hutan kota.

6. Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Institut Teknologi Bandung, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat melalui pembangunan infrakstruktur berkelanjutan berbasis partisipasi masyarakat seperti jembatan, bangunan sekolah (melalui ‘bedah sekolah’).

Para penerima penghargaan tersebut disamping menerima tanda penghargaan juga menerima hadiah uang sebesar Rp 35 juta untuk kategori perorangan dan Rp 55 juta untuk kategori kelompok.

Tim Pengkaji yang terlibat dalam penilaian AIJB 2011 terdiri atas para ahli dari berbagai perguruan tinggi diketuai oleh Prof.Dr.Hendra Gunawan (ITB), dan anggota terdiri atas Ir. IGN Pulung Nurprasetio (ITB), Dr. Reginawanti Hindersah, Ir.MP (Unpad), Dr. Nury Effendi, SE.MA (Unpad), dan Hawe Setiawan S.Sos.M.Sn (Unpas). Mereka telah mengkaji dan menilai sebanyak 52 calon penerima penghargaan melalui beberapa tahapan.

Sumber : http://bandung.detik.com/read/2011/08/19/171331/1707036/486/heryawan-beri-penghargaan-anugerah-inovasi-pada-warga-terpilih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: